Jumat, 30 September 2016

Ayat AL QUR'AN yang menerangkan Akuntansi.

Ayat 282 surat Al Baqoroh merupakan yg terpanjang dan merupakan surat terpanjang di dalam Al Qur'an : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah (transaksi) tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada utangnya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah muamalahmu itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS.Al-Baqarah:282) Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah:283) Konsep dan Prinsip Akuntansi Menurut Perspektif Islam Let’s Discuss about serious things.................. Berbicara tentang konsep dan prinsip akuntansi dalam Islam tidak akan terlepas dari konsep Islam itu sendiri, maka saya akan membahas beberapa hal diantaranya tentang makna Islam itu sendiri, Islam adalah sebuah pedoman hidup yang berasal dari Allah SWT untuk meraih keselamatan dan kebahagian dalam hidup. Terus yang tidak kalah penting ialah tentang dasar-dasar ajaran Islam dan Hukum Islam. Jika berbicara tentang dasar ajaran Islam maka kita akan mempelajari tentang akidah, syariah, dan akhlak yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Namun jika berbicara tentang hukum Islam maka akan bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang merupakan dasar utama hukum Islam. Dalam Islam juga dibahas tentang Prinsip Sistem Keuangan yang bersifat Islami, yang diantaranya membahas larangan riba dan tidak melakukan kegiatan spekulatif. Dalam Islam, akuntansi syariah adalah kegiatan Muamalah yang sumber hukumnya dari Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 271 dan 282 yang membahas tentang kegiatan muamalah dan kewajiban pencatatan, seperti pada akuntansi konvensional yang mewajibkan suatu entitas melakukan pencatatan akuntansi. Mungkin belum banyak orang yang tahu bahwa Akuntansi yang saat ini sangat pesat perkembangannya, ternyata konsep dasarnya telah diperkenalkan oleh Al- Quran, jauh sebelum Lucas Pacioli (dikenal dengan “Bapak Akuntansi”) memperkenalkan konsep akuntasi double-entry book keeping dalam salah satu buku yang ditulisnya pada tahun 1494. Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 282 yang mewajibkan dilakukan pencatatan atas kegiatan muamalah. Pada dasarnya konsep akuntansi Islam lahir dari kebutuhan masyarkat muslim yang besar (khususnya di Indonesia) atas kegiatan ekonomi islam sehingga melahirkan teori akuntansi Islam yang digunakan sebagai dasar dalam praktek akuntansi Islam di masyarakat. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam akuntansi berdasarkan perspektif Islam adalah dalam rangka menyajikan laporan keuangan secara benar sehingga diperoleh informasi yang akurat sebagai dasar perhitungan zakat. Last but no least, yang terpenting dalam akuntansi Islam ialah akuntansi adalah kegiatan muamalah yang dijalankan dengan prinsip syariah atau sesuai syariat atau hukum Islam (Al-Qur’an & As-Sunnah), yang tidak hanya dijalankan untuk mencari keuntungan materi semata namun ada unsur sosial dan adanya tuntutan kejujuran yang tinggi karena dalam Islam semua hal akan dimintai pertanggungjawabannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar